My Best Friend Is My Chagiya

8 Feb

Title : My Best Friend Is My Chagiya

Author : Pikanisachu

Main Cast:
Kim Kibum / Key (SHINee)
Kim Maya (OC)

Genre : Romance, Friendship

Length : Oneshoot

Rating : PG 13

Credit Song : Lucky – Jason Mraz ft Colbie Caillat

ini fanfiction pertamaku, aku buatnya spesial untuk sahabatku yang baru pertama kali kenal boyband korea (dulu waktu SMA)
sebelumnya ff ini pernah aku posting di fb ku
O.K. selamat membaca… (^,^)

@@@

***Ma Ya POV***
Pukul 11.55… dia masih belum datang, padahal 5 menit lagi aku akan segera berangkat. “Ma Ya cepatlah, pesawatmu akan segera lepas landas” umma memanggilku. “iya” jawabku melemas
“jaga dirimu!” kata umma dengan mata berkaca – kaca.
“tenang saja! Aku kan sudah besar, jadi umma tidak perlu khawatir lagi” kataku sambil tersenyum. Umma memelukku sangat erat. ‘sampai aku berangkat pun, dia tidak datang. Apa kita masih bisa bertemu lagi?’ batinku

—Flashback—

Namaku Kim Ma Ya, aku memiliki seorang sahabat, namanya KiBum. Kami bersahabat sejak 5 tahun lalu aku pindah ke korea, aku dan KiBum tetangga. Kami selalu bermain bersama – sama, belajar, dan saat kami sekolah pun aku selalu sekelas dengannya. Sekarang kami sudah kelas 3 SMA dan sebentar lagi akan mengikuti ujian.
^kantin sekolah^
“Ma Ya…” panggil KiBum
“Hmm…” jawabku yang sedang mengunyah mie hitam yang sangat enak.
“Setelah lulus SMA kamu mau kuliah di mana?” tanya KiBum
“Umm… mungkin di London” jawabku
“Mwo!? Kau kn pindahan dari sana! Ngapain ke sana lagi? Memangnya di sini gk ada Universitas yang bagus, sampai – sampai kamu ke sana lagi?”
“Tidak usah kaget kali! Bukannya tidak mau kuliah d sini, tapi aku mendapat beasiswa dari Universitas d sana. Jadi mau gk mau harus kesana.” Jawabku enteng. “Lalu… bagaimana denganmu? Kamu mau masuk Universitas mana?” tanyaku
“Aku tidak tahu…” jawabnya melemas
“Bagaimana kalau kamu ke London saja bersamaku? Aku bisa menelpon appaku di sana dan untuk mendaftarkan namamu dan di Universitas yang sama denganku” kataku sambil tersenyum, KiBum hanya tersenyum kecil. Bel tanda masuk kelas sudah di bunyikan, aku dan kibum segera menuju ke kelas kami.
^pulang sekolah^
“KiBum, pulang yuk…” kataku pada kiBum, aku pun langsung menarik lengan kibum yang jalannya memang sangat lambat. Dalam perjalanan, aku menyinggung pembicaraan kami di kantin. “Jadi… bagaimana? Apa kamu mau menrima penawaranku?” tanyaku dengan mata yang berkedip – kedip.
“Penawaran? Maksudmu?” jawabnya dengan wajah yang bingung.
“Aiiisssh… kau ini! Penawaranku untuk kuliah di London?”
“Oh… aku tidak mau!” jawabnya dengan nada kesal
“Waeyoo…?” tanyaku balik
KiBum menghentikan langkahnya “Pokoknya aku tidak mau!!!” jawabnya dengan suara yang lantang, sepertinya dia agak kesal dengan pertanyaanku.
“Ya sudah, aku tidak akan memaksamu” kataku sambil tersenyum, tapi KiBum tidak membalas senyumku dan malah berjalan semakin cepat. ‘Apa aku salah menanyakan hal itu padanya? Padahal dia kan yang bertanya lebih dulu padaku di kantin. Sudahlah, toh dia begitu hanya sementara saja’ batinku. Suasana saat itu sangat hening, tanpa terasa kami sudah sampai di depan gerbang rumahku.
“Sudah sampai!” langkahnya terhenti, kemudian dia tersenyum manis padaku. Entah kenapa melihat dia tersenyum jantungku berdegup kencang. “Hei!!!” kibum melambaikan tangannya dihadapanku.
“Ah… eh… sudah sampai ya? Aku masuk dulu, Anyeong!” aku melambaikan tangan pada KiBum. Sesampainya di depan pintu masuk, aku melihat KiBum belum beranjak dari tempat dia berdiri. “Hei!!! Kenapa belum pulang?” tanyaku sambil berteriak.
“Aku ingin melihatmu masuk ke dalam rumah, masuklah!” jawabnya sambil tersenyum.
“Baik! Aku masuk dulu, Anyeong!” kataku sambil tersenyum, KiBum membalas senyumku. Akupun segera masuk ke dalam rumah. Aku langsung masuk kekamar dan menhempaskan tubuhku ke tempat tidur, aku masih memikirkan sikap KiBum. ‘Entah mengapa, akhir – akhir ini sikap KiBum agak aneh padaku. Tidak biasanya dia menungguku masuk ke dalam rumah dan bukan hanya itu saja, dia sering mentraktirku makan mie hitam kesukaanku di kantin dan dia selalu tersenyum manis padaku. Apa yang sebenarnya terjadi padanya? Apa jangan – jangan dia… ah tidak mungkin dia menyukaiku… dia kan sahabatku… sudahlah lebih baik aku tidur’ batinku…
***END Ma Ya POV***

@@@

***KiBun POV***
^kantin sekolah^
“Ma Ya…” panggilku
“Hmm…” jawabnya yang sedang mengunyah mie hitam makanan favoritnya
“Setelah lulus SMA kamu mau kuliah di mana?” tanyaku
“Umm… mungkin di London” jawabnya dengan santai
“Mwo!? Kau kn pindahan dari sana! Ngapain ke sana lagi? Memangnya di sini gk ada Universitas yang bagus, sampai – sampai kamu ke sana lagi?” kataku dengan nada kaget
“Tidak usah kaget kali! Bukannya tidak mau kuliah d sini, tapi aku mendapat beasiswa dari Universitas d sana. Jadi mau gk mau harus kesana.” Jawabnya. ‘Jadi apakah kau dan aku akan berpisah?‘ batinku. “Lalu… bagaimana denganmu? Kamu mau masuk Universitas mana?” tanyanya lagi
“Aku tidak tahu…” jawabnya melemas
“Bagaimana kalau kamu ke London saja bersamaku? Aku bisa menelpon appaku di sana dan untuk mendaftarkan namamu dan di Universitas yang sama denganku” katanya sambil tersenyum, aku hanya tersenyum kecil. Aku sangat kecewa ketika mendengar dia akan kembali lagi ke London.
^pulang sekolah^
Pulang sekolah bersama Ma Ya hari ini membuat hatiku sakit, bagaimana tidak dia akan segera meninggalkanku. Setelah mengantar Ma Ya pulang dan melihat senyumnya yang manis membuat hatiku tenang, apa aku bisa melihat senyum itu lagi? Tapi, aku benar – benar tidak bisa menerima kepergiannya ke London, aku ingin dia terus disisiku. Apakah aku terlalu egois? Tuhan, aku sangat menyukainya sejak pertama aku bertemu dengannya.
***END KiBum POV***

@@@

-keesokan harinya…-
^di sekolah^
***Ma Ya POV***
“Pagi, Kibum” aku berteriak memanggil KiBum, tetapi KiBum hanya melihatku dan mempercepat langkahnya, ‘apa yang terjadi padanya?’ batinku.
Aku semakin bingung dengan sifatnya KiBum, akhir – akhir ini dia bersikap dingin padaku. Sudah 1 minggu aku tidak pulang dan berbicara dengannya, teman – teman bertanya apakah kami baik – baik saja, tapi aku tidak bisa menjawab pertanyaan mereka dan aku pun hanya tersenyum untuk menghilangkan rasa sedihku. 3 hari lagi ujian, aku haru fokus pada ujian. Kali ini aku harus lulus.
—2 minggu kemudian—
Akhirnya ujian kelulusan sudah selesai dan kini saatnya menunggu pembagian raport kelulusan kami. Aku lulus dan aku berada di urutan yang paling atas, saat melihat itu harusnya aku senang tapi kenapa hatiku sangat sakit apa ini karena KiBum? Aku pun melihat nama KiBum dan ternyata dia berada di peringkat ke 2 setelah aku, ingin rasanya aku menemui KiBum dan memngucapkan selamat atas keberhasilannya dan aku juga ingin mengucapkan selamat tinggal padanya. Akan tetapi, aku tidak melihatnya di sekolah. Aku mencari – carinya di antara kerumunan siswa, tetapi dia tidak ada.
Aku pun mencari KiBum di atap sekolah. Kami sering ke sana jika kami sedang ada masalah. Ternyata dugaanku benar, dia sedang menyanyi lagu LUCKY – JASON MRAZ lagu kesukaannya.
“Sudah ku duga kamu pasti kesini,” kataku sambil berjalan menuju ke tempat KiBum duduk.
KiBum menghentikan nyanyiannya, “Berhenti disitu!” katanya dengan suara yang keras.
“Waeyoo…? Aku hanya ingin mengucapkan selamat atas kelulusanmu, kau berada di peringkat ke 2. Kau masih marah padaku soal yang kemarin? Mianhamnida… aku tidak tahu kalau kamu akan marah dengan perkataanku…” kataku dengan mata berkaca – kaca dan sedikit kesal. Sejujurnya aku tidak ingin melihat dia marah, karena aku sangat menyukainya. “Ada apa denganmu akhir – akhir ini? Kamu selalu bersikap dingin padaku. Apa kamu tidak tahu hatiku sakit dengan perubahan sikapmu!” Air mataku jatuh membasahi pipiku, ku lihat KiBum meletakkan gitar kemudian dia berdiri dan berjalan menuju ke arahku.
“Jangan menangis, kau terlihat jelek saat menangis” KiBum menghapus air mataku, kemudian dia memelukku dengan erat.
“Mi… mianhamnida… hiks…” kataku, akupun membalas pelukannya.
“Untuk apa minta maaf? Lagi pula kamu tidak salah… aku yang seharusnya minta maaf… mianhamnida…” pelukannya semakin erat. Jantungku berdegup kencang, aku berusaha melepaskan pelukannya tapi aku seperti tidak punya kekuatan untuk melepas pelukannya. Aku merasa tenang sekarang setelah bertemu dan berbicara dengannya.
“KiBum?”
“Hmm…?”
“Besok aku akan ke London, maukah kau mengantarku?”
KiBum segera melepaskan pelukannya, dia tersenyum manis padaku. Dia menghapus air mataku kemudian menyentuh pipiku dengan lembut dan kemudian aku tidak tahu apa yang terjadi. Refleks aku menutup mataku, yang kurasakan saat itu sesuatu yang lembut menyentuh bibirku. Saat aku membuka mataku, ku lihat KiBum tersenyum dan langsung mengantarku pulang.

—End of Flashback—

^di dalam pesawat^
‘Hmm… mungkin hari itu adalah hari terakhirku bertemu dengannya…’ batinku.
“Umm… maaf unni, bisakah kamu tunjukan di mana tempat dudukku?” tanyaku pada seorang pramugari.
“Tentu” kata pramugari iru ambil tersenyum ramah. “Ini dia tempat duduk anda, semoga anda menikmati perjalanan bersama penerbangan kami”
“Ne… Kamsahamnida” aku membungkuk untuk berterimakasih
“Chonmaneyo” pramugari itu tersenyum dan membalas membungkuk juga
Di tempat dudukku ternyata sudah ada seorang laki – laki yang sedang tidur dengan buku yang menutupi wajahnya, sepertinya dia seumuran denganku. Tapi semakin lama ku perhatikan, dia mirip sekali dengan KiBum. Aku pun mencoba mengajaknya berbicara. “Anyeonghaseo, Kim Ma Ya imnida.” Kataku sambil tersenyum
“Ne, Kim KiBum imnida” jawabnya dengan mata yang masih sedikit terbuka.
“KIBUM!!!” aku langsung memeluknya dengan erat, aku tidak menyangka akan bertemu lagi dengannya di sini. “Eh… tunggu, ngapain kamu di sini??” tanyaku heran sambil melepas pelukanku
“Aku mau ke London, aku akan kuliah di sana.” Jawabnya sambil tersenyum.
“Bukannya kemarin kamu bilang…”
“Mian… aku berbhong padamu, sebenarnya aku ingin ikut ke London bersamamu tapi tidak dengan meminta bantuan Ahjussi. Aku ingin pergi dengan usahaku sendiri, selama ini aku mengikuti ujian masuk Universitas di London dan akhirnya aku berhasil masuk dan mendapatkan beasiswa.” Katanya sambil tersenyum, wajahnya terlihat sangat bahagia.
“Apa Ahjussi dan Ahjumma tahu kamu ke London?”
“Tentu, mereka selalu mendukungku. Ma Ya, mianhamnida… selama beberapa minggu ini aku bersikap dingin padamu, itu karena aku tak ingin kehilanganmu…” katanya, sepertinya dia serius, kemudian dia memegang tanganku. “Ma Ya… Saranghae…” katanya sambil tersenyum.
“Na do saranghae…” kataku. Aku menangis lagi, tapi kali ini aku menangis bahagia karena sahabatku yang sangat aku cintai juga mencintaiku.

gmna? bagus gk?
sumpah aku buatnya waktu SMA
dulu sih rencananya pengen post di blog fanfic, tapi aku sama sekali belum siap
castnya teman aku sendiri, namanya Maya dan dia paling suka sama Key SHINee
mohon kritik dan sarannya
Gomawo
^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: